6 Strategi Membangun Bisnis Dropship Sukses

Gambar Bisnis Dropship

Pada masa yang akan datang negara Indonesia diprediksi akan menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia. Diperkirakan pendapatan dari sektor bisnis online ini akan menembus di angka $ 14,5 Miliar. Sungguh sangat fantastis, mengingat jumlah angka sebesar itu sebanding dengan 20 % pendapatan negara kita. Suka atau tidak suka tapi begitulah faktanya. Hal ini seiring dengan laju perkembangan teknologi di era industri 4.0, dimana dimensi digital begitu dominan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Melihat fenomena ini, tidaklah mengherankan jika sektor bisnis online menjadi “tambang emas” yang paling strategis dan menarik untuk dijajaki dengan serius. Dari berbagai jenis model bisnis online, bisnis dropship merupakan salah satu yang memiliki tantangan tersendiri disamping menyimpan potensi yang cukup besar untuk dijalankan. Potensi dalam hal ini bisa diartikan apabila dijalani dengan konsisten dan serius, serta dikombinasikan dengan strategi yang tepat bukan tidak mungkin akan menghasilkan profit yang cukup besar.

Sebagai informasi saja bahwa model bisnis dropship ini merupakan bisnis dengan resiko yang minimal dan modal sekecil mungkin. Siapa saja bisa memulai bisnis dropship ini dan bisa menjalani profesi baru sebagai seorang Dropshipper. Tidak mutlak diperlukan skill bisnis yang tinggi dan pengetahuan teknis website yang rumit untuk menjadi seorang dropshipper ini, selama terbiasa (familiar) dengan ecommerce, cepat tanggap dan respon tinggi terhadap permintaan pasar dan gila-gilaan dalam melakukan promosi secara massive, tidak ada yang mustahil Anda bisa sukses dalam bisnis ini.

Jadi, apakah Anda siap dan tertarik untuk menjadi seorang dropshipper yang handal serta menghasilkan pundi-pundi rupiah ? Jika jawabanmu iya, berarti artikel ini cocok sekali untuk Anda baca, sebagai bahan informasi dan referensi tambahan tentang seluk-beluk dan strategi dalam membangun sebuah bisnis dropship yang menghasilkan cuan (profit).

Apa itu Model Bisnis Dropship?

Bisnis dropship yaitu salah satu skema/model bisnis di mana seseorang itu menjualkan produk yang bukan miliknya atau dengan kata lain produk tersebut dibuat oleh pihak lain. Akan tetapi untuk menjualkan produk tersebut, orang ini tidak perlu memiliki stok barang sendiri dan mengirimkan secara manual lewat layanan jasa kirim. Terus siapakah yang mengirim barang ? Nah dalam bisnis dropship ini, pihak supplier yang mengirim barang langsung ke konsumen, tetapi untuk nama pengirim dicantumkan nama dan alamat kita agar seolah-olah kita lah yang mengirim barang tersebut.

Pertanyaan selanjutnya, apa itu Dropshipper ? Apakah termasuk model bisnis online yang lain juga ? Bukan. Dropshipper adalah sebutan untuk orang (personal) yang menjalankan model bisnis dropship tadi. Jadi apabila Anda nantinya menjalankan bisnis dropship ini, maka Anda bisa juga disebut sebagai seorang Dropshipper. Nah, jika Anda menjalani profesi sebagai Dropshipper, tentunya Anda tidak perlu lagi mengurusi bagian produksi lagi dan pengiriman barang karena kesemuanya itu otomatis akan dilakukan oleh produsen. Dalam hal ini, Anda memiliki tugas untuk memikirkan dan menjalankan strategi agar usaha bisnis dropship ini maju dan berkembang.

Penasaran apa saja langkah dan strateginya ?

6 Strategi Membangun Bisnis Dropship Sukses

Kunci sukses bisnis dropshipping ada pada cara pemasarannya dan pelayanan kepada konsumen. Jika Anda adalah orang yang kreatif dan menyukai interaksi dengan orang lain, tentu ini bukanlah menjadi persoalan. Malah, kedua hal ini bisa terdengar sangat menyenangkan dan menjadi nilai lebih tersendiri pada bisnis ini.

Berikut beberapa tips yang bisa kami bagikan kepada Anda.

  1. Memilih Niche Produk dan Mitra yang Tepat

Untuk menjalankan bisnis dropship ini, minimal ada 2 komponen, yaitu produk dan mitra kerja/partner. Keduanya tidak bisa ditawar lagi karena merupakan salah satu kunci keberhasilan bisnis dropship.

Jika kita bisa memilih produk yang tepat, tentunya akan mengantarkan kepada jumlah konsumen yang banyak. Hal inipun berbanding lurus dengan mitra kerja yang tepat, maka akan melancarkan kinerja bisnis Anda.

Akan tetapi fakta yang ada, terkadang tidaklah mudah untuk mendapatkan produk dan mitra kerja, dalam hal ini yang bertindak sebagai supplier. Tidak ada yang menjadi tolok ukur khusus untuk mendapati keduanya, sehingga seringkali hanya mengandalkan pada insting dan chemistry dengan partner bisnis.

Meskipun demikian, dibawah ini ada sedikit guide (panduan) untuk membantu Anda ketika memilih produk untuk dijadikan bisnis dropshipping, diantaranya :

  • Sangat disarankan untuk memilih produk yang satu niche (tema) karena jika kita menyediakan produk dengan banyak niche, malah akan membuat tidak fokus dan akan mempengaruhi performa toko dan reputasi.
  • Produk yang tahan lama dan ringan akan meminimalisir resiko kerusakan selama proses pengiriman.
  • Jangan memilih produk yang berat, volume besar dan mudah rusak karena akan berpengaruh pada biaya ongkos kirim yang mahal dan resiko kerusakan yang besar pula.
  • Fokus pada produk yang memiliki demand tinggi dalam jangka waktu yang lama (long term).
  • Dianjurkan untuk menjual produk yang sedang trending dipasaran dan jadikan itu sebagai daya tarik tersendiri bagi pelanggan baru.
  • Jangan memilih produk yang sudah dijual oleh kompetitor besar dan punya basis pelanggan setia.

Ketika urusan memilih produk sudah beres, sesekali jangan pernah melupakan hubungan kerja dengan sang supplier, sebisa mungkin pintar dalam merawat dan menjalin hubungan kedekatan personal dengan partner bisnis Anda.

Bisa diasumsikan posisi supplier ini sama pentingnya dengan pihak konsumen, karena kita membutuhkan keduanya agar bisnis tetap berjalan lancar. Jika supplier tidak ada, maka bisnispun akan berhenti karena tidak ada barang yang akan sampai ke konsumen bukan. Begitu pula sebaliknya, jika tidak ada konsumen, maka siapa yang akan membeli produk-produk yang kita tawarkan. Jadi pada intinya saling membutuhkan dan saling menguntungkan (mutualisme).

Tips ini bukan sekedar teori saja, karena hal ini sudah ada yang mempraktekkannya. Pihak itu adalah Zappos, ecommerce yang menjual produk sepatu. Mereka menerapkan strategi dengan menjalin hubungan baik dengan para suppliernya, sehingga memiliki koleksi sepatu terlengkap dengan harga yang kompetitif. Hal ini juga didukung oleh layanan after sales  Zappos yang maksimal, sehingga menjadi salah satu ecommerce sepatu yang diperhitungkan dan tidak lama kemudian akhirnya bergabung dengan Amazon. Semua diceritakan dalam buku Delivering Happiness.

Selain menjadi hubungan baik dengan partner bisnis Anda, alternatif lain adalah dengan konsep kerjasama yang tepat dan menguntungkan kedua belah pihak, karena tidak selamanya keuntungan dari bisnis dropshipping ini berasal dari selisih harga dari supplier saja. Karena jika hanya seperti itu Anda akan mati-matian bermain di area red ocean yaitu zona para penjual yang bermain strategi dengan perang harga. Hal semacam ini akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan Anda pun tidak akan mendapatkan banyak keuntungan.

Jadi mulailah untuk mempertimbangkan sistem komisi kepada supplier Anda karena ini akan jauh lebih secure (aman) dan meningkatkan peran supplier dalam kesuksesan bisnis Anda. Hal yang bisa dilakukan yaitu menekan supplier agar lebih meningkatkan kualitas produk dan customer service, terutama yang berkaitan dengan info update stok barang dan respon cepat ketika ada komplain atau pengembalian produk dari konsumen.

  1. Menambahkan Value Lebih dan Unik Terhadap Bisnis

Sudah menjadi rahasia umum jika faktor harga selalu menjadi prioritas utama konsumen sebelum melakukan pembelian. Ketika kita menjual dengan harga yang lebih murah, bisa dipastikan banyak konsumen akan berdatangan karena itu sudah menjadi mindset umum, baik dari pihak pebisnis atau konsumen. Calon konsumen akan selalu mencari harga yang terendah untuk produk tersebut, sehingga mau tidak mau akan terjadi perang harga diantara pebisnis tersebut untuk memenangkan penjualan.

Tetapi satu hal yang pasti, strategi perang harga ini tidak akan bertahan lama dan membuat bisnis Anda semakin sukses karena kedepannya malah akan menjadi boomerang untuk diri Anda sendiri dengan dipaksa untuk terus mencari jumlah pelanggan yang banyak. Padahal sudah menjadi rahasia umum jika mencari pelanggan baru itu jauh lebih sulit dan memerlukan cost yang lebih mahal dibandingkan dengan merawat pelanggan lama. Jika dipresentasikan dengan angka, untuk menjual ke konsumen baru itu hanya berkisar 10 – 20 % saja, sangat jauh dibandingkan dengan angka prosentase menjual ke pelanggan lama, sekitar 50 – 70 %.

Untuk itulah, sebagai alternatif strategi dari perang harga tadi yaitu Anda harus cerdas dalam memberikan add value pada produk yang dijual. Karena dengan strategi ini pula, sedikit demi sedikit akan mengembalikan harga barang pada posisi semula.

Nilai tambah ini meliputi hal-hal yang berkaitan langsung dengan konsumen, misalnya seperti layanan after sales yang handal, waktu pengiriman yang on time, biaya ongkir yang lebih kompetitif, berikan reward dan poin sepantasnya, freebies atau membership special. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memberikan nilai lebih suatu produk, tergantung dari kreatifitas Anda untuk menjaga loyalitas pelanggan ini.

  1. Memperhatikan Brand Bisnis

Berbicara mengenai brand, tentu hal ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan ranah bisnis. Mengapa ? Karena dengan adanya sebuah brand, maka sebuah bisnis tersebut akan mudah untuk diingat orang, bisa berhasil menarik calon pembeli dan menjadikan bisnis itu menjadi unik dan berbeda dari yang lain.

Beberapa alasan diatas sangat masuk akal sekali. Agar lebih meyakinkan, mari kita putar balik logikanya agar paham betul betapa pentingnya akan sebuah brand. Jadi semisal ada sebuah online shop tanpa memiliki brand bisnis yang unik, itu secara gak langsung sama saja ingin segera dilupakan oleh orang. Kenapa bisa begitu ? Jelas sekali, karena toko online semacam itu sangat tidak unik dan special, hanya dipakai untuk sekali transaksi saja. Calon konsumen pun tidak memiliki alasan yang kuat untuk membeli lagi di toko tersebut.

Maka dari itulah, kebanyakan dari bisnis droship yang tidak memiliki brand bisnis yang unik, dalam promosinya mengobral harga dengan gila-gilaan, sebelum bangkrut sendiri karena apa yang dihasilkan tidak sebanding.

Brand itu bisa menjadi suatu identitas bisnis Anda, karena identitas itu hanya satu dan unik, sehingga dengan adanya brand ini pula bisa menjadikan sebagai salah satu unique selling point (nilai jual) untuk lebih meningkatkan kepercayaan konsumen kepada bisnis Anda. Secara kasat mata, sebuah brand ini bisa dilihat dari tampilan logonya, website ataupun konten materi promosinya, sehingga ketika orang melihat logo X, maka orang tersebut juga langsung tahu itu produk X dengan kegunaan sepert ini.

Jadi pada intinya adalah sebuah brand itu harus bisa menjelaskan bisnis Anda itu apa dan apa yang bisa bisnis Anda lakukan. Dan untuk mengetahui seberapa kuat brand bisnis Anda menancap dalam benak konsumen, bisa dibagi menjadi 3 kategori, yaitu :

  • Top of Mind ━ ini adalah brand bisnis yang mudah dan langsung dikenal ketika ada yang menanyakan brand dengan kategori tertentu. Contohnya, “Tolong sebutkan 5 brand TV yang Anda ketahui”. Maka dengan sendirinya orang tersebut menyebutkan brand TV dan brand yang telah disebutkan berhasil menempati kasta brand dengan awareness tertinggi.
  • Un-aided Awareness ━ Untuk kategori ini apabila konsumen bisa mengenal brand bisnis tersebut setelah ditrigger dengan brand pesaingnya. Dengan menanyakan hal serupa seperti sebelumnya ditambah dengan sebutan brand X, maka konsumen langsung bisa menyebutkan brand Y, brand Z dst
  • Aided Awareness ━ Untuk level ini merupakan kasta brand yang terendah karena ketika ada sebuah brand yang diperkenalkan kepada konsumen, konsumen tidak otomatis langsung memikirkannya. Dengan kata lain, brand tersebut kurang dikenal dan familiar di telinga konsumen.

Kemudian untuk menjadikan brand bisnis kita menjadi level tertinggi brand awareness, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan ini tidak terbatas hanya pada social media dan sekedar promo semata. Misalnya : menawarkan free review atau coba gratis terlebih dahulu, melakukan promosi lewat program afiliasi atau bahkan bisa menjalin kerjasama dengan influencer dll.

  1. Membuat Website yang Kredibel

Menjalankan bisnis dropship, tetapi memiliki sebuah website yang kredibel merupakan kombinasi yang pas untuk lebih meningkatkan trust dan brand identitas bisnis Anda. Dan ini tidaklah berlebihan, bahkan malah akan menjadikan satu nilai lebih untuk membuat pelanggan Anda semakin loyal dan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada toko Anda. Inget, semakin tinggi kepercayaan konsumen kepada bisnis Anda, maka peluang repeat order pun akan semakin besar pula, ini artinya akan meningkatkan omset penjualan produk Anda bukan.

Seperti kita ketahui bahwa sebuah website itu memuat semua informasi penting seperti detail produk, konten promosi, katalog foto produk, kontak person, email, dll dan ini bisa menjadi salah satu kunci sukses bisnis online.

Untuk meningkatkan brand awareness bisnis Anda, tentunya website tidak boleh dibuat secara asal-asalan dan kesannya hanya biasa saja, karena ini akan membuat website Anda akan mudah untuk dilupakan orang. Dan saran terbaik saya, jika Anda ingin membuat website yang exclusive adalah menyerahkan kepada ahlinya jasa pembuatan website seperti Dooplika yang siap membantu Anda mewujudkan website impian Anda.

Alternatif lainnya yaitu dengan menginstal theme website gratis dan bisa berkreasi dengan aspek visual, selama Anda bisa menampilkan foto dan video menarik, desain web tidak terlalu menjadi persoalan, minimal konsumen mengingat konten foto dan video dalam website bisnis Anda.

  1. Berikan Kemudahan Dengan Sistem Otomatis

Untuk memberikan kemudahan dan kenyamaan kepada konsumen ketika berbelanja, sebisa mungkin dibuat dengan sistem otomatis agar transaksi berjalan cepat dan mudah. Terlebih soal perhitungan harga diskon ataupun besarnya biaya ongkos kirim dan untuk mewujudkan hal ini, Anda bisa menginstal plugin tambahan di toko online. Kemudian untuk layanan customer service juga dibuat serba otomatis, artinya konsumen tidak perlu mencatat kontak kita, namun langsung bisa melakukan chating (ngobrol) dengan customer service melalui tombol chating yang telah disediakan. Selain soal belanja online itu sendiri, Anda bisa menerapkan sistem otomatis ke dalam notifikasi email. Anda pun bisa mengirimkan email untuk ucapan selamat datang kepada calon pelanggan, mengirimkan data pembelian produk bahkan sampai mengingatkan calon pembeli untuk segera melakukan pembayaran. Dan untuk urusan hal seperti ini, Anda bisa memanfaatkan platform email marketing seperti Mailchimp.

  1. Gunakan Strategi “Limited Edition”

Seperti kita ketahui promosi adalah cara efektif untuk mendatangkan orang untuk berbelanja karena terkadang meskipun tidak memerlukan barang tersebut, namun karena tergiur dengan promo diskon yang menarik, pengunjung bisa saja memborong produk Anda tanpa pikir panjang lagi. Dan tahukan Anda, jika tidak melakukan promosi sekitar 80% orang hanya akan datang untuk melihat-lihat lantas pergi begitu saja meninggalkan toko online Anda.

Ya, promosi adalah hal yang mudah dan gampang untuk dilakukan, namun tetap memerlukan sebuah “sentuhan” untuk meningkatkan jumlah penjualan secara massive. Sentuhan ini menggunakan teknik “urgensi” dan “scarcity”.

Agar lebih jelas, mari kita bahas satu persatu dari kedua teknik tersebut. Teknik urgensi ini sifatnya adalah “memaksa” konsumen untuk berpacu dengan waktu agar mendapatkan diskon gedhe atau promosi produk tersebut. Dengan adanya urgensi ini, harapannya konsumen akan kena trigger untuk segera menuju ke halaman checkout dan menaruh kedalam keranjang belanja mereka.

Semakin cepat mereka melakukan transaksi pembelian, maka semakin cepat pula Anda mendapatkan cuan yang berlipat. Nah untuk menerapkan teknis urgensi ini Anda sesekali bisa membuat event Flash Sale pada toko online Anda. Jangan lupa untuk menambahkan countdown timer dengan ukuran besar dengan warna mencolok untuk menambah kesan urgensinya.

Kemudian untuk teknik yang kedua yaitu “scarcity” atau kelangkaan barang. Ketika suatu produk memiliki predikat stok terbatas atau Limited Edition, Anda bisa menggunakan gimmick karena konsumen akan memandang ini produk istimewa dan akan sayang sekali jika dilewatkan begitu saja. Hal ini kemudian memotivasi konsumen untuk segera melakukan pembelian sebelum didahului oleh pembeli yang lain. Teknik ini juga cukup mudah untuk dilakukan, tinggal mengatur jumlah stok tidak lebih dari 5, dan tambahkan CTA dengan kata-kata : “Buruan ambil, sebelum kehabisan!”. Hal semacam ini juga secara emosional akan mendorong konsumen untuk segera bertransaksi dan menyelesaikan pembayaran. Sangat ampuh sekali jika dipakai untuk beberapa moment special seperti Hari Lebaran atau promo seasonal lainnya.

Perbedaan Antara Dropship dan Reseller

Tentu setelah Anda membaca dan belajar mengenai strategi bisnis dropship diatas, kemungkinan akan muncul pertanyaan : “Apa perbedaan antara dropship dengan reseller ya ?”.

Nah, daripada Anda penasaran dengan jawaban pertanyaan tersebut, silahkan simak beberapa perbedaannya :

Dropship

  • Bisnis yang bisa dimulai dengan modal kecil atau seminimal mungkin
  • Kita tidak perlu memerlukan inventarisasi akan produk dan penyimpanan barang
  • Untuk menjalankan bisnis dropship secara teknis jauh lebih mudah
  • Kelebihan bisnis ini, kita bisa menawarkan berbagai produk dengan lebih mudah dan bervariasi
  • Sangat minim resiko, karena resiko produk tidak laku ada di pihak supplier
  • Bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memerlukan pengalaman yang khusus

Reseller

  • Untuk memulai menjadi reseller diperlukan modal yang cukup besar
  • Wajib memiliki sistem inventarisasi produk yang mumpuni dan tempat penyimpanan barang
  • Secara teknis untuk menjadi seorang reseller lebih sulit karena harus mengurus dalam setiap prosesnya, seperti transaksi, pengiriman, complain dll
  • Produk yang bisa ditawarkan sangatlah terbatas karena harus menyesuaikan dengan niche produk dan brand tokonya
  • High Risk dari sisi produk dan marketing karena agar tidak menanggung kerugian, maka produk harus terjual dan ini memerlukan strategi marketing yang mahal, seperti harus bayar iklan dll
  • Pada umumnya memiliki skill dan pengalaman tinggi di bidang sales dan marketing

Nah, dengan penjabaran diatas, tentu sekarang sudah paham kan mengenai apa perbedaan mendasar antara dropship dengan reseller, apa benefit dan apa kekurangannya.

Kesimpulan

Setelah membaca uraian artikel diatas, poin utamanya adalah model bisnis dropship itu jauh lebih fleksibel, efektif dan efisien dengan modal yang seminimal mungkin. Dan jika Anda menginginkan ekstra penghasilan tanpa dibayangi oleh resiko tinggi, maka bisnis dropship ini bisa menjadi pilihan bisnis yang layak Anda coba. Namun jika kapasitas diri dan pengalaman bisnis online sudah tinggi, tidak ada salahnya untuk menjajal di bisnis reseller yang lebih kompetitif persaingannya.

Jadi sudah siap menjadi seorang Dropshipper ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *